Kamis, 28 Juli 2011

Surat Terbuka untuk Bupati Bekasi








Surat Terbuka untuk Bupati Bekasi

Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh

Segala puji hanya bagi Alloh SWT, memohon pertolongan dan ampunan kepadaNya dan hanya kepadaNya kita mengabdi. Kita berlindung kepada Alloh dari kejahatan diri kita dan kejelekan amal-amal kita.

Aku bersaksi tidak ada Illah yang berhak diibadahi secara benar melainkan hanya Alloh tiada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan RosulNya.

Alloh SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh sebenar-benar taqwa kepadaNya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (QS. Ali-Imron:102)

Wahai hamba Alloh pejabat Negara yang mengaku beragama Islam (khususnya Bupati Bekasi), ingatlah akan firman Alloh SWT: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Israa: 32)

Berdasarkan fakta yang ada diwilayah kabupaten Bekasi berupa banyaknya tempat perzinaan (warung remang-remang, café, diskotik dan lain-lainnya) maka dengan ini saya mengingatkan dan menyeru kepada bapak Sa’dudin selaku Bupati Bekasi agar segara menutup selama-lamanya tempat perzinaan/ pelacuran tersebut! Penutupan tempat maksiat tersebut selayaknya bukan karena menghormati bulan Ramadhan saja, akan tetapi karena memang sudah sepantasnya, karena tempat maksiat tersebut telah melanggar Perda yang berlaku dan sudah barang tentu sangat melanggar Syariat Islam.

Demikian surat ini saya sampaikan tanpa panjang lebar dan basi-basi. Langkah dan tindakan nyata dari bapak Bupati Bekasi sangat kami harapkan. Sebagai penutup renungkanlah firman Alloh SWT: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At Tahriim: 6)

Ya Alloh saksikanlah hambaMu telah menyampaikan kebenaran.

Wassalu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh.

Warga Kabupaten Bekasi

Hasan Ibnu Soleh

Minggu, 24 Juli 2011

PENETAPAN AWAL DAN AKHIR RAMADHAN


Metode Hisab, Lemah Bagai Sarang Laba-laba

Organisasi Muhammadiyah dan Persis menggunakan hitung-hitungan astronomi (hisab astronomi) dalam menetapkan hari raya, metode ini dianggap akurat dan sangat kecil kemungkinan kesalahannya.

Tetapi metode hisab astronomi sangat lemah karena Al-Quran dan as-sunnah tegas-tegas menyatakan bahwa metode yang benar dengan ”Melihat Hilal” dan ini berlaku selamanya. lihat 2 hal 36; juga 3 hal 12, juga 4 hal 282

Karena dalam metode hisab astronomi masih ada unsur dugaan (tidak pasti), kepastian adanya hilal atau tidak hanya dengan melihat hilal, bukan dengan menghitung kapan datangnya. Metode ru’yat mudah, sederhana dan bisa dilakukan dengan teknologi sangat rendah sekalipun. Yang penting, ahli ru’yat disamping seorang muslim yang adil, baligh dan berakal, juga seorang yang penglihatannya bagus, memahami metode ru’yat dan terpercaya (tsiqah). Jadi. tidak perlu alat yang canggih atau seorang ahli astronomi untuk menentukan hilal. Begitulah Allah swt memudahkan agama ini buat kaum muslimin, maka nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan: fabiayyi aalaai rabbikumaa tukazzibaan.

Metode Ru’yat, Ini Pendapat yang Sahih

Metode ru’yat (pengamatan) dilakukan dengan melihat hilal di saat Maghrib menjelang, menggunakan mata telanjang atau dengan alat bantu. Metode ini adalah metode yang paling benar sesuai dengan Al-Quran dan as-sunnah.

Barangsiapa yang melihatnya (hilal) maka hendaknya ia berpuasa (Al-Baqarah 185).

Berpuasalah kalian apabila melihat hilal (Ramadhan) dan berbukalah kalian apabila melihat hilal (Syawwal). Lalu apabila mendung menghalangi kalian, maka sempurnakanlah hitungan sya’ban sampai tiga puluh hari (HR Bukhari & Muslim).

Bahwa seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah saw seraya berkata:”'Saya telah melihat hilal (Ramadhan)”, Rasulullah saw lalu bertanya: ”Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada Ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”, Orang itu menjawab: ”Ya”, Kemudian Nabi saw menyerukan: ”Berpuasalah kalian” (HR Abu Dawud, An-Nasa`i, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas).

Ru’yat Lokal, Sudah Ketinggalan Zaman

Setelah kita memastikan bahwa metode hisab astronomi tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw dan memastikan bahwa metode ru’yat yang sahih. Sekarang tinggal satu masalah lagi, apakah menggunakan metode Ru’yat Lokal atau Global?

Ru’yat Lokal adalah hasil ru’yat yang hanya berlaku untuk daerah matla’ (daerah yang terlihat hilal), metode Ru’yat Lokal (matla’) berdasarkan Hadits Kuraib.

Kuraib ra meriwayatkan, ”Aku pergi ke Syam. Pada saat aku berada disana, muncullah hilal Ramadhan dan aku saksikan sendiri hilal itu pada malam Jum’at. Kemudian pada akhir bulan, aku datang kembali ke Madinah dan ditanyai oleh Ibnu Abbas ra, kemudian teringat olehnya hilal”, Katanya: ”Bilakah kalian melihat itu?”, ”Kami melihatnya pada malam Jum’at”, ujarku. ”Apakah engkau sendiri melihatnya?”, tanya Ibnu Abbas pula. ”Benar, jawabku. juga di lihat oleh orang banyak. Hingga mereka berpuasa, termasuk diantaranya Mu’awiyah”, ”Tetapi kami melihatnya malam Sabtu, kata Ibnu Abbas. Hingga kami akan terus berpuasa hingga cukup 30 hari entah kalau kelihatan sebelum itu”, ”Tidakkah cukup menurut engkau penglihatan dan berpuasanya Mu’awiyah?”, tanya aku. ”Tidak, ujarnya, Begitulah perintah Rasulullah saw kepada kami” (HR Ahmad, Muslim dan Tirmidzi).

Hadits ini hasan sahih dan gharib menurut kitab Fiqih Sunnah. lihat 1 hal 33-34; juga 3 hal 14

Hadits Kuraib merupakan ijtihad Ibnu Abbas ra dan bukanlah hadits dari Rasulullah saw, Ibnu Abbas ra berijtihad berdasarkan sabda Rasulullah saw: ”Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya” Ijtihad Ibnu Abbas ra ini menyelisihi hadits yang diriwayatkan oleh jama’ah sahabat Anshar:

Mereka berkata: ”Hilal Syawal tertutup mendung lalu kami berpuasa pada pagi harinya. Lalu pada akhir hari ada kafilah datang lalu mereka bersaksi pada Rasulullah saw bahwa kemarin mereka telah melihat hilal lalu beliau menyuruh manusia berbuka pada hari itu juga dan agar mereka keluar untuk shalat ied pada pagi harinya” (HR Mutafaq’alaihi, kecuali Tirmidzi).

Ketika memperoleh kabar dari kafilah yang datang dari luar kota Madinah bahwa hilal telah terlihat di daerah lain, Rasulullah saw langsung memerintahkan para sahabat untuk berbuka pada sore itu juga, kemudian shalat ied besok paginya. Hadits Kuraib yang merupakan ijtihad Ibnu Abbas ra terbantahkan dengan hadits dari jama’ah sahabat Anshar, sehingga Ru’yat Lokal bukanlah pendapat yang kuat. lihat 4 hal 283-284

Ru’yat Lokal juga berdasarkan pendapat Imam Syafi’i dimana jika ada kesamaan matla’ (daerah yang terlihat hilal) maka wajib berpuasa untuk daerah itu saja, sementara umat yang berada di luar matla’ berlebaran sesuai dengan hasil ru’yat-nya sendiri. Radius matla’ ditetapkan oleh Imam Syafi’i sejauh 24 farsakh atau kira-kira 133 km (1 farsakh= 5,541 km), hal ini karena keterbatasan teknologi informasi saat itu (kuda yang berlari) dalam menyampaikan informasi ke daerah sekitar matla’. lihat 3 hal 13; juga 2 hal 35-36; juga 4 hal 282

Sementara dengan teknologi informasi saat ini dengan cepat bisa disebarkan hasil ru’yat ke seluruh negeri kaum muslimin, sehingga pendapat Imam Syafi’i tidak kuat lagi untuk kondisi saat ini, sesuai dengan ucapan terkenal Imam Syafi’i:

“Bila kalian menemukan dalam kitabku sesuatu yang berlainan dengan hadits Rasulullah saw, peganglah hadits Rasulullah saw itu dan tinggalkanlah pendapatku itu”

Ru’yat Global, Pendapat Mayoritas Imam Mazhab

Ru’yat Global adalah ru’yat yang berlaku untuk seluruh dunia. Jika suatu negeri kaum muslimin telah melihat hilal maka segera informasi ini disebarkan ke seluruh negeri-negeri kaum muslim yang lain, maka diseluruh dunia kaum muslimin berlebaran di saat yang sama. lihat 1, hal 33, juga 4 hal 280-281, juga 2 hal 35 Tidak ada lagi sekat-sekat batas negara dan suku bangsa (nasionalisme) karena begitulah aqidah Islam.

Hilal bisa saja tidak terlihat pada negeri yang waktunya lebih awal karena: 1) sudut derajat masih rendah atau 2) cuaca mendung. Sementara ketika bulan melewati negeri kaum muslimin berikutnya maka hilal memungkinkan bisa terlihat, sehingga kewajiban semua negeri kaum muslimin untuk mengikuti ketetapan negeri yang telah melihat hilal.

Jumhur 3 Imam Mazhab Imam Hanafi, Maliki dan Hanbali menganut Ru’yat Global, hanya Imam Syafi’i yang menganut Ru’yat Lokal (matla’). lihat 2 hal 35 Seperti telah dijelaskan di atas, pendapat Ru’yat Lokal Imam Syafi’i tidak sesuai lagi dengan perkembangan teknologi informasi saat ini.

Jika kita teliti lafadz hadits tentang melihat hilal maka kita temukan makna yang jelas tentang kebenaran Ru’yat Global. Lafadz haditsnya berbunyi demikian:

Shuumuu liru’yatihi wa afthiruu liru’yatihi fain ghubbbaya ’alaikum fa akmiluu ’iddata sya’baana tsalaatsiina yauman (rawahul bukhaarii wa muslim).

Dhamir jama’ah pada dua kata SHUUMUU (berpuasalah kalian) dan AFTHIRUU (berbukalah kalian) terdapat huruf WAWU yang menunjukkan bentuk jamak yang ditujukan kepada seluruh kaum muslimin.

Begitu juga lafadz RU’YATIHI (melihat bulan) terdapat huruf HA yang merupakan isim jinsi yang diidhafatkan (disandarkan) pada dhamir (kata ganti), artinya jika salah satu dari kalian melihat hilal maka berpuasa atau berbukalah. lihat 4 hal 281

Dengan demikian hadits di atas bermakna:

Berpuasalah kalian (semua kaum muslim) apabila (salah satu dari kalian) melihat hilal (Ramadhan) dan berbukalah kalian (semua kaum muslim) apabila (salah satu dari kalian) melihat hilal (Syawwal). Lalu apabila mendung menghalangi kalian, maka sempurnakanlah hitungan sya’ban sampai tiga puluh hari (HR Bukhari & Muslim).

Menurut Imam Syafi’i cukup satu orang laki-laki yang melihat hilal, sementara menurut Imam Hanafi, Maliki dan Hanbali minimal disaksikan oleh dua orang laki-laki. lihat 2 hal 38-39, juga 3 hal 20 Dalam hal ini tidak berlaku prinsip mayoritas (demokrasi), meskipun telah di sebar 25 titik pengamatan ru’yat tetapi jika satu atau dua orang melihat hilal maka seharusnya ditetapkan hilal sudah terlihat.

Wilayatul Hukmi, Apa Pula Ini?

Jika pendapat Imam Syafi’i dijalankan secara konsisten maka wilayah Indonesia terkotak-kotak menjadi banyak matla’ (ikhtilaaful mathaali’), sehingga memungkinkan berbeda-beda waktu berlebaran untuk masing-masing matla’.

Jika ru’yat dilakukan di Jakarta maka ketetapan hasil ru’yat hanya berlaku hingga radius 24 farsakh (133 km), artinya satu kesatuan matla’ hanya sampai daerah Anyer sedangkan Lampung, Palembang, Jateng, Jatim dan daerah lain harus melakukan ru’yat sendiri-sendiri.

Tercerai-berainya umat karena perbedaan matla’ diatasi dengan jalan kompromi berupa konsep ”Wilayatul Hukmi”, dimana hasil ru’yat berlaku untuk satu kesatuan hukum negara Indonesia. Dimana konsep wilayatul hukmi ini tidak mengikuti pendapat 3 Imam Mazhab (Imam Hanafi, Maliki dan Hanbali) yang menganut Ru’yat Global, juga tidak mengikuti pendapat Imam Syafi’i yang menganut Ru’yat Lokal. Jadi bukan pendapat siapa-siapa.

Khatimah

Dalam menetapkan 1 Syawal saja kaum muslimin dari berbagai negeri tidak kompak, bagaimana mungkin bisa menyelesaikan hal-hal yang lebih besar seperti: membebaskan negeri-negeri kaum muslimin Palestina, Afghanistan, Iraq, Kashmir, Chechnya dan Mindanao dari penjajahan zionis yahudi dan salibis; menghentikan penjarahan sumber daya alam oleh kafir barat; menghadang budaya hedonis yang merusak kehidupan; atau menyelamatkan umat dari ideologi sesat sekulerisme, pluralisme dan liberalisme.

Sehingga dibutuhkan sebuah Institusi yang bertujuan adanya satu komando dalam beribadah (amrul imaami yarfa’ul khilafa: perintah Imam/Khalifah menghilangkan perbedaan), menyatukan seluruh negeri-negeri kaum muslimin yang tersebar lebih dari 50 negara, menjalankan syari’at Islam secara kaaffah dalam mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara, memiliki izzah atas penghinaan musuh-musuh Islam, serta menyebarkan cahaya Islam ke seluruh dunia melalui da’wah dan jihad.

Wallahua’lam

Maraji’:

1. Fiqih Sunnah (fiqhus sunnah), Sayyid Sabiq, Pena Pundi Aksara, cetakan 3, Januari 2008.

2. Puasa Menurut Empat Mazhab (al-fiqh ’ala al-madzahib al-arba’ah), Abdurrahman Al-Jaziri, Penerbit Lentera, cetakan 3, November 1998.

3. Menyelami Makna Hadits Ramadhan (syarh ahadits ash shiyam), Nadhim bin Muhammad bin Sulthan al-Misbah, Al-I’tishom Cahaya Umat, cetakan 1, Oktober 2003.

4. Mafahim Islamiyah, Muhammad Husain Abdullah, Al-Izzah, cetakan 1, Februari 2003

Selasa, 28 Juni 2011

Seruan Hangat Kepada Kaum Muslim


Sesungguhnya tegaknya Daulah Khilafah Islam merupakan kewajiban syariah yang mengikat atas seluruh kaum Muslim. Melalaikan kewajiban ini merupakan kemaksiatan yang akan mendapatkan azab yang pedih dari Allah SWT. Rasulullah saw. bersabda:

وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِى عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

Siapa saja yang mati, sedangkan di pundaknya tidak ada baiat (kepada Imam/Khalifah), ia mati seperti kematian Jahiliah (HR Muslim).

Baiat itu hanya kepada Imam yaitu Khalifah, bukan kepada yang lain. Maka kewajiban adanya baiat di atas pundak setiap Muslim hanya terjadi saat ada Khalifah.

Kewajiban menegakkan Khilafah ini menjadi penentu sempurnanya pelaksanaan berbagai hukum dan kewajiban lainnya. Tatkala Daulah Khilafah Islam tidak ada seperti saat ini, banyak hukum Islam dan kewajiban terlantar dan tidak bisa dilaksanakan. Padahal kita diperintahkan untuk menerima dan melaksanakan semua hukum islam secara kaffah (Lihat: QS al-Hasyr [59]: 7, al-Maidah [5]: 47-49).

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.

Keberadaan Daulah Khilafah sangat penting dan mendesak. Para Sahabat Nabi saw. radhiyal-Lâh ‘anhum lebih mendahulukan untuk membahas dan memilih khalifah yang menggantikan Nabi saw sebagai kepala negara dan mereka menunda pelaksanaan kewajiban mengurus dan memakamkan jenazah Rasulullah saw.

Khalifah Umar ra. menjelang akhir hayatnya memilih enam Sahabat Nabi saw. sebagai Ahl asy-Syûrâ yang bertugas membahas pengganti beliau sebagai khalifah. Mereka hanya diberi batas waktu tiga hari. Jika dalam tiga hari masih ada yang belum bersepakat terhadap seseorang di antara mereka untuk menjadi khalifah maka orang yang tidak sepakat itu harus dibunuh. Khalifah Umar ra. pun menunjuk lima puluh orang dari kaum Muslim untuk melaksanakan tugas membunuh orang (Ahl asy-Syûrâ) yang tidak sepakat itu. Peristiwa ini dilihat dan didengar oleh seluruh Sahabat dan tidak ada seorang pun dari mereka yang mengingkarinya. Maka ini merupakan Ijmak Sahabat, bahwa di tengah kaum Muslim tidak boleh kosong dari Kekhilafahan lebih dari tiga hari tiga malam.

Ijma’ sahabat itu juga menunjukkan bahwa tegaknya khilafah merupakan al-qadhiyyah al-mashîriyyah bagi kaum Muslim. Yakni perkara amat penting dan mendesak, perkara yang menyangkut perkara hidup dan mati.

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.

Sebagaimana dijelaskan oleh para ulama, mengangkat khalifah adalah fardhu kifayah (An-Nawawi, Rawdhah ath-Thâlibîn wa Umdah al-Muftîn, III/ 433; Tuhfat al-Muhtâj fî Syarh al-Minhâj, XXXIV/159). Maka jika ada sebagian kaum Muslim yang berupaya menegakkannya tetapi belum berhasil -meskipun telah berjuang sekuat tenaga- maka tanggung jawab untuk menunaikan kewajiban itu tetap berada di pundak seluruh kaum Muslim.

Khilafah telah dihancurkan oleh Musthafa Kemal beserta Inggris dan negara-negara kafir imperialis lainnya pada 28 Rajab 1342 H (3 Maret 1924). Kini kita sudah berada pada bulan Rajab 1432 H. Ini artinya, telah 90 tahun umat Islam telah hidup tanpa Khilafah. Karena itu, kini aktivitas menegakkan Khilafah bukan lagi merupakan adâ` al-fardh (menunaikan kewajiban), namun sudah merupakan qadhâ’ al-fardh (meng-qadha’ kewajiban). Jadi, masihkah pelaksanaan kewajiban ini akan kita tunda?

Hizbut Tahrir sejak kelahirannya hingga kini terus berjuang menegakkan kembali Khilafah. Namun, sebagaimana kita ketahui, Khilafah belum tegak hingga kini. Oleh karena itu, kami menyeru seluruh kaum Muslim untuk ikut bergabung dalam barisan ini, melangkah bersama dalam perjuangan menegakkan kembali Khilafah!

Wahai kaum Muslim!

Lihatlah kondisi umat saat ini setelah Khilafah diruntuhkan. Umat Islam menderita dalam kungkungan dâr al-kufr dan dicengkeram penguasa antek kafir penjajah. Islam disingkirkan dari kehidupan dan negara. Syariah Islam ditelantarkan, diganti dengan hukum buatan manusia. Sistem ekonomi Islam diabaikan, digantikan sistem ekonomi Kapitalisme yang terbukti menyengsarakan. SDA dan kekayaan milik umat menjadi jarahan kafir penjajah, penguasa zalim, para kapitalis dan kroninya. Wilayah Islam dikerat-kerat menjadi negara-negara kecil yang dikuasai dan dijajah Barat. Pendangkalan akidah, pemurtadan dan Kristenisasi terus terjadi. Sekularisme, pluralisme serta berbagai isme dan ajaran sesat lainnya terus dibiarkan berkembang meracuni umat. Berbagai kemaksiatan dan kemungkaran pun merajalela tanpa ada larangan sama sekali oleh negara. Itu semua menjadi bukti yang amat jelas bahwa keruntuhan Khilafah benar-benar merupakan ummu al-jarâ’im (induk semua kejahatan).

Karena itu, kita harus segera bangkit untuk berjuang menegakkan kembali Khilafah Islam. Kita harus ambil bagian dalam perjuangan mulia ini.

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.

Khilafah hanya akan tegak sempurna melalui metode seperti metode Rasulullah saw. Rasul saw melakukan tatsqîf (pembinaan) menggembleng kader-kader dakwah pengemban tugas mulia ini. Beliau juga melakukan tafâ’ul ma’a al-ummah (berinteraksi dengan umat) untuk membangun kesadaran dan opini umum tentang Islam di tengah-tengah umat hingga mereka merindukan tegaknya Islam. Sedangkan untuk mendapatkan kekuasaan, tharîqah (metode)-nya adalah dengan thalab al-nushrah. Meminta pertolongan dari kalangan ahl al-nushrah (orang-orang yang memiliki kekuatan riil)

Langkah ini pula yang ditempuh oleh Hizbut Tahrir dalam tharîqah (metode) dakwahnya. Hizbut Tahrir berdakwah secara fikriyyah (pemikiran) dan siyâsiyyah (politik), tidak menempuh jalan kekerasan (lâ mâdiyyah). Hal ini dilakukan oleh Hizbut Tahrir semata-mata untuk mengikuti sirah Nabi saw. dalam menegakkan Daulah Islam.

Kami mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan kewajiban yang paling tinggi ini, yaitu kewajiban mengembalikan hukum-hukum Allah ke pentas kehidupan. Kami menyeru seluruh kaum Muslim dengan seruan yang paling hangat. Marilah kita berjuang dengan mengerahkan segenap daya dan upaya untuk mengembalikan Khilafah Islam ke pentas kehidupan.

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.

Rasulullah saw. Juga melakukan thalab an-nushrah dengan menyeru para Ahlul Quwah untuk beriman dan menyerahkan kekuasaan kepada beliau. Seruan itu pun disambut oleh para pemimpin kabilah Aus dan Khazraj di Madinah yang menyerahkan kekuasaan kepada Rasul saw. Inilah tharîqah (metode) dakwah Rasulullah saw. dalam meraih kekuasaan.

Metode ini pula yang diadopsi Hizbut Tahrir. Karena itu, kami pun menyampaikan seruan paling hangat kepada Ahlul Quwwah, para jenderal dan perwira militer Muslim. Jadilah Anda semua kaum Anshar abad ke-15 Hijrah sebagaimana kaum Anshar di Madinah! Berikanlah nushrah kepada Hizbut Tahrir untuk bersama-sama mengumumkan Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Dengan itu Anda akan meraih kehormatan dan kemuliaan seperti yang diraih kaum Anshar.

Janganlah Anda menzalimi diri Anda sendiri dengan terus menjadi penjaga sistem kufur dan rezim pengkhianat antek penjajah. Sebab Anda hanya akan mendapat kehinaan di dunia sementara azab yang amat dahsyat di akhirat juga telah menunggu Anda. Na’udzubil-Lâh.

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.

Semoga seruan hangat ini benar-benar dapat menggugah kesadaran seluruh kaum Muslim agar segera meraih kemuliannya kembali; juga dapat membulatkan tekad, menguatkan niat dan mengobarkan semangat juang bersama Hizbut Tahrir untuk menegakkan kembali Daulah Khilafah Islamiyah. Sungguh, hari demi hari perjuangan ini terus menunjukkan peningkatan yang mengagumkan. Kita memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan pertolongan-Nya dengan tegaknya Al-Khilâfah ar-Râsyidah ats-tsâniyyah. Amîn, ya Mujîb as-Sâilîn. []

Jumat, 03 Juni 2011

Biasakan BENAR


Mulai menyusun dan merangkai kata perlawanan. Saat kesedihan dan keprihatinan ini menggelisahkan pikiran. Bagaimana tidak..? dijaman yang banyak orang bilang “ini jaman edan”. Kebanyakan orang dijaman edan ini membiasakan untuk berbuat salah, didukung pemberitaan media yang tiap hari membombardir pikiran. Liat aja, pemberitaan kejadian kriminal di stasiun tv, mulai dari patroli, buser, sergap de el el… kalo mau ditarik pada sebuah kesimpulan, maka akan kita temukan sebuah suguhan untuk membiasakan orang berbuat jahat/salah. Mulai dari perampokan, pemerkosaan, narkoba, aborsi, tawuran dan seabreg kejahatan lainnya. Bisa kita jumpai dilingkungan kita sendiri, orang sudah menganggap wajar kalo ada cewek yang hamil diluar nikah alias zina. Bahkan anehnya sampai ada yang mengeluarkan penghalusan kata; “kecelakaan”. Pertanyaanya adakah kecelakaan yang disengaja???

Diatas baru satu contoh kasus, adalagi yang lain. Lewat media tv juga sekarang orang digiring untuk menerima sebuah penyimpangan. Ambil contoh, banci alias bencong, dengan penghalusan kata ‘waria’ (wanita pria). Melalui para maskotnya (ifan gunawan, olga, ruben, dorce, tata dado de el el) lagi-lagi media tv menjadi racun untuk kesekian kalinya. Ini bukan hal yang kebetulan atau tidak disengaja! Media tv (khususnya) sengaja menayangkan kemungkaran, kemaksiatan dan penyimpangan untuk merusak generasi. Ini semua tidak lepas dari sebuah skenario besar yahudi dan antek-anteknya.

Mengutip syair lagu dari bang Thufail ‘Selamat datang dinegeri pecundang’. Memang semakin lengkap kehancuran negeri ini, sistem thoghut demokrasi telah memporak-porandakan kehidupan. Atas nama HAM orang boleh bebas berbuat apa aja, pornografi dan pornoaksi dianggap seni.

Huff….. (tarik nafas dalam-dalam), ini jaman edan. Tapiii, masa’ iya sich kita yang tau dan paham dengan masalah ini akan diam aja?!.... Kebiasaan salah ini tidak boleh dibiarkan. Satu kesadaran ingin aku tularkan untuk kalian yang mungkin baru sadar, mari biasakan BENAR. Islam hadir untuk menjaga jaman dan tidak akan pernah ketinggalan jaman!! Mari biasakan benar dalam menjalani hidup, tentu hanya dengan standar benar yang bersumber dari Islam. Akan ada waktunya; sistem bobrok demokrasi ini diganti dengan Syariat Islam. Lewat perjuangan yang benar dan ikhlas, insyaAlloh Negara Khilafah Islamiyah yang menerapkan Syariat Islam akan terwujud.

…salam: hasan gerilya

Kamis, 21 April 2011

Karl Marx: Tokoh Yang Tidak Bisa Mengurus Diri Sendiri Tapi Ingin Mengatur Masyarakat


Janggutnya tebal. Tubuhnya tambun. Ia berikrar agama adalah candu, bahkan benalu. Kendati demikian, ia dipuja sekaligus dibenci. Meski tuhan baginya hanya iming-iming bagi orang sulit. Iya, dia memang kesal terhadap Agama. Dengan mata kepala sendiri, ia menyaksikan kepengecutan ayahnya sebagai pendeta Yahudi yang menarik kata-kata dalam khotbahnya di bidang reformasi politik hanya karena takut dikucilkan sebagai bangsa Yahudi.

Adalah Karl Marx, pengusung sejati komunis itu yang sudah bak dewa bagi anak-anak kiri. Nama Karl Marx memang tidak asing di telinga kita. Ia banyak disorot pasca pemikiran-pemikirannya di bidang sosiologi, ekonomi, dan politik menjadi diktat wajib untuk dipelajari di kampus-kampus. Bukunya seperti Das Kapital dan Manifesto Komunis laris manis di pasaran dan coba diterapkan di masyarakat.

Akan tetapi, dibalik pemujaan bahkan kultus bagi generasi muda dunia terhadap diri seorang tokoh atheis tersebut, ada sekelumit catatan hitam dari pengalaman pribadi Marx yang jarang diketahui banyak orang. Kita hanya ingin bertanya: Betulkah Marx bisa mengurus masyarakat sedangkan ia tidak bisa menyelesaikan problem justru di kelompok terkecil dalam masyarakat: Keluarga!

Dalam lembaran catatan kelam tersebut, terkisah bagaimana gambaran hidup Marx selama ini. Pasca ayahnya meninggal, Karl Marx hidup dengan gelimang hutang disana-sini. Dalam kondisi tak berdaya, ia tidak bisa berbuat banyak. Tumpukan hutang yang menggunung menjadi sulit ia entaskan dalam kondisi ketidakadaan seorang ayah.

Wajah seorang ibu yang teduh, kemudian menjadi sasaran bagi Marx. Dengan nekat, Marx membebani utang pribadinya kepada sang ibu yang tengah menjanda. Sayangnya sang ibu malah menolak menjadi sandaran Marx untuk menutupi hutang-hutangnya, disamping keadaan telah renta, kondisi hutang Marx adalah beban tersendiri dalam keluarga.

Namun itu hanyalah sebuah kasus dari sisi negatif Marx selama ini, sebelumnya pada usia relatif remaja, Karl Marx sudah terkenal di kalangan kawan seumurannya sebagai seorang pecinta minuman. Sejak umur 17 tahun, kerongkongan Marx muda telah akrab dijejali literan anggur. Pada seluruh hidupnya tak terbesit sekalipun niat secara serius mencari kerja demi membantu keluarga. Karl Marx baru mendapat sedikit perubahan dalam sisi finansial, saat bertemu seorang pengagumnya yang bekerja di bidang penerbitan.

Menurut Herry Nurdi, Moses Hess demikian nama sang dewa penolong yang terkagum-kagum pada Marx itu. Karir Marx dalam penerbitan Hess meroket secepat kilat. Dari seorang editor ia menjadi pemimpin redaksi. Ia juga menjadi propagandis sosialis nomor wahid kala itu.

Menurut Marx, sudah waktunya bagi sosialisme untuk menuntut dan mendesak tidak lagi menyerukan ide-ide. Pada proses inilah, terjadi pergeseran pemikiran Marx dari seorang teoritis, menjadi ke arah praktis.
Dalam proses inilah Marx juga bertemu seorang komunis tulen yang kelak menjadi sahabatnya Frederich Engles (1820-1895). Seorang sahabat yang sangat sabar membiayai hidup Marx yang miskin dan kacau balau sampai akhir hayatnya.

Pada periode 1849 sampai akhir hayatnya, Marx hidup dalam buangan di Inggris. Sampai ia meninggal Marx memiliki masalah besar dalam mengatur dirinya sendiri. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam perpustakaan British Museum, demi menggali dan menemukan teori ekonomi dan kapital. Kecuali untuk mengunjungi keluarganya yang terbengkalai.

Ketika Marx menulis Das Kapital, sebenarnya hidup Marx berada dalam keprihatinan. Ia hidup penuh kesulitan dan terlunta-lunta. Karl Marx menelurkan konsep ekonomi tanpa memperhatikan sama sekali kehidupan ekonomi keluarganya. Karl Marx bercita-cita tentang arti masyarakat sejahtera, namun sama sekali tidak coba dilaksanakan di keluarganya sendiri. Sang istri begitu pilu hidup bagai perempuan sebatang kara di tengah hutan tanpa banyak mendapat belaian kasih saying sang suami.

Bahkan untuk biaya kehidupan keluarganyapun, harus seorang Frederich Engels mengambil peran yang “ditinggalkan” Karl Marx. Engles lah yang mengucurkan dana keseluruhan bagi biaya hidup keluarga Marx. Berkat Engels pula, Das Kapital yang menjadi rujukan para komunis itu, bisa kita temui lengkap tiga jilid banyaknya.

Cyril Smith dalam bukunya Friedrich Engels and Marx’s Critique of Political Economy, berpendapat bahwa sebenarnya banyak orang percaya bahwa Engels sering gagal memahami karya Marx. Setelah kematian Marx, Engels menjadi juru bicara terkemuka bagi teori Marxian dan dengan mendistorsi dan terlalu meyederhanakan teorinya, meskipun ia tetap setia pada perspektif politik yang telah ia bangun bersama Marx.

Menurut Paul Johnson, sejatinya Karl Marx hanya menulis Das Kapital secara lengkap hanya di jilid pertama, sedangkan dua jilid terakhir di kumpulkan Engels dari surat menyurat yang dilakukannya kepada Karl Marx. Bisa dikata, tanpa ketekunan Engles bisa jadi nama Karl Marx hanya terpasung dalam status seorang pendedam dan pemarah tanpa bisa menyelesaikan tugasnya.

Setelah menyelesaikan jilid pertama dari Das Kapital, tahun 1867, kondisi kesehatan Karl Marx menurun drastis. Tokoh Yahudi tersebut mengalami tingkat kesehatan terburuk dalam hidupnya. Marx berada dalam situasi penuh kesulitan untuk menyelesaikan buku Das Kapitalnya.

Dalam bukunya, Intellectuals, Paul Johnson juga mengambarkan sisi lain dari emosi seorang Karl Marx. Dikisahkan bagaimana jatidiri Marx selama ini tidak lebih selalu dihiasi sifat tempramen, mabuk-mabukan, pemarah serta perokok berat. Saking beratnya, istrinya sendiri menuliskan jika kita masuk ke kamarnya, mata kita akan berair kena asap rokok yang bergumpal-gumpal di dalam kamar Marx. Semuanya kotor dan diselimuti debu, bahkan untuk duduk saja, di kamarnya adalah suatu pekerjaan menjijikan.

Dengan gaya hidup seperti itu, ia telah mengorbankan dirinya sendiri. Ia menjadi sangat jarang membersihkan diri ke kamar mandi, bahkan untuk sekedar mencuci muka. Ia tak memiliki waktu jelas kapan dia tidur dan kapan ia bangun. Bahkan Karl Marx pernah ditangkap polisi karena melakukan kekerasan dan menggunakan pistol akibat akibat emosinya tidak terkontrol. Disebutkan ia, melakukannya dalam keadaan tidak sadar atau sedang mabuk. Marx memang bukan pecandu alkohol, tapi di dalam bukunya Paul Johson mengatakan bahwa Marx memiliki jadwal rutin untuk bermabuk ria.

Istrinya wafat tahun 1881, anak perempuannya tahun 1882 dan Marx sendiri wafat di tahun 1883. Karl Marx seorang yang yang tak bisa mengatur dirinya sendiri itu, kini justru berusaha mengatur masyarakat lewat ekonomi, politik, bahkan sosiologi. Fotonya dibingkai di tembok-tembok sekolah sebagai sosiolog sejati. Ironis. (Di cholong Pemulung Sampah Jalanan dari Herry Nurdi, digerebeg Divan Semesta dari Pemulung Sampah Jalanan. Telah kusampaikan periwayatan tulisan ini. Haik!)

Kamis, 07 April 2011

Generasi solusi


oleh hasan

Merindukan generasi yang peduli dengan kondisi yang lagi kacau-balau seperti sekarang ini. Saat rasa miris melihat 'virus' punk menyebar liar kemudian hinggap dan melekat pada kostum anak-anak muda sekarang. Mulai dari yang asal ikut-ikutan biar kelihatan gaul, sampai yang bener-bener gila & bangga dengan gaya urakannya. Seolah akan muda terus dan gak bakal tua...gaya nyentrik, asik mabok sampai mampus, pacaran sampai zina, nongkrong sampe kesemutan. Na'udzubillah...
Butuh langkah kongkrit mengatasi kerusakan ini, yaahh.. inilah buah pahit dari demokrasi. Setidaknya satu langkah dijalankan; pendekatan, ngajak ngobrol, sampe ngajak ngaji...

Wahai generasi muda Islam…
Saatnya kita bangun dan sadar, untuk kemudian bangkit. Kita bukanlah boneka, kita bukanlah generasi pembebek. Sungguh Islam telah memuliakan hidup kita, dengan peradaban yang unggul. Janganlah kita terpedaya dan dilenakan dengan sistem kufur ala jahiliyah modern. Sistem aturan hidup dalam Islam akan menjadikan hidup kita teratur dan lebih indah. Sudah saatnya kita sebagai generasi muda Islam tampil sebagai agent of change (agen perubahan)...
Merubah kondisi yang telah rusak ini menjadi lebih baik dengan ideologi Islam, dan itulah perubahan yang benar.

Sejarah telah mencatat kehebatan seorang pemuda, Muhammad al fatih sang penakluk konstantinopel, pemuda yang mencurahkan hidupnya untuk kejayaan Islam. Rasulullah saw telah bersabda: “…gunakanlah waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu…”

Berangkat dari satu niat dan kesadaran yang benar untuk peduli dengan generasi yang akan datang, maka tunjukkan pada dunia bahwa kita bukan generasi pecundang. Kita adalah generasi solusi.

Rabu, 02 Maret 2011

SOROS si BIANG KRISIS


oleh Joko Tingkir

Soros dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam berspekulasi di bidang perdagangan mata uang. Pada tahun 1982, dalam waktu singkat Soros berhasil meraup keuntungan 1,2 milyar dolar dalam perdagangan mata uang Poundsterling. Akibatnya, sebagian perekonomian Inggris hancur. Iapun dijuluki sebagai : “Pria Yang Menghancurkan Pound” (The Man Who Broke the Pound). Pada pertengahan tahun 1997, perekonomian negara-negara Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, dan Malaysia, tergoncang hebat karena secara tiba-tiba harga tukar dollar melonjak tinggi. Ribuan perusahaan bangkrut dan jutaan orang menjadi penganggur.

Meskipun banyak faktor yang menyebabkan krisis moneter ini, namun salah satu sebab utamanya adalah perilaku para spekulan valuta asing yang telah memborong dollar Amerika, lalu menjualnya dengan harga tinggi sehingga nilai mata uang negara-negara ASEAN itu terpuruk. Spekulan uang terbesar pada era krisis tersebut adalah George Soros.

Kebangkrutan berbagai industri di negara-negara ASEAN itu lalu dimanfaatkan oleh kapitalis Barat untuk membeli saham-saham di negara-negara tersebut dengan harga murah. Akibatnya, kini sebagian besar perusahaan penting di Indonesia adalah milik pengusaha asing. Pada tahun 2000, George Soros dilaporkan memiliki saham pada PT AGIS di Indonesia sebesar 10 persen dan beberapa perusahaan lainnya, termasuk Astra internasional.
Belakangan, untuk menghapus citra buruk dirinya, lewat jaringan yayasan yang dimilikinya, Soros berusaha menyisihkan sebagian kekayaan yang diperolehnya dari kegiatan spekulasi untuk membantu mengatasi dampak ‘kegagalan sistem pasar finansial global’ terhadap negara-negara miskin.

Soros selalu menampilkan organisasi yang dipimpinnya itu sebagai organisasi yang melakukan aksi-aksi kemanusiaan di berbagai penjuru dunia. Soros juga melakukan perjalanan ke berbagai penjuru dunia dan menyampaikan pidato-pidato berkenaan dengan demokrasi dan kebebasan.

Menurut media massa Barat, Soros Foundation telah mengucurkan dana sebesar 4,2 milyar dolar untuk membantu fakir miskin di berbagai penjuru dunia. Namun, bantuan itu tidak disalurkan lewat PBB dengan alasan bahwa Soros tidak mempercayai PBB. Karena itu, banyak pengamat politik yang meyakini bahwa langkah Soros Foundation untuk menyampaikan bantuannya secara langsung adalah untuk menyebarkan pengaruh dan infiltrasi di kawasan-kawasan yang diberi bantuan. Pada tahun 1997, seorang ilmuwan Bosnia mengungapkan bahwa di Bosnia, Soros dianggap sebagai pahlawan oleh sebagaian masyarakat negara muslim ini. Sebabnya adalah karena selama Perang Bosnia, Soros banyak mengucurkan bantuan finansial kepada rakyat Bosnia. Kemudian, setelah perang usai, Soros mendanai berbagai penerbitan media massa di negara itu. Media yang diterbitkan itu banyak memuat foto-foto amoral dan menyebarkan pemikiran kebebasan dan sekularisme.

Presiden Brazil, Lula da Silva, dalam KTT Ekonomi di Davos, Swiss, tahun lalu, mengatakan bahwa lembaga-lembaga keuangan dunia, di antaranya lembaga keuangan milik Soros, merupakan penyebab krisis di negaranya. Presiden Brazil memang pantas marah terhadap Soros. Rakyat Brazil lainnya pun juga marah terhadap Soros karena kata-katanya yang menyinggung hati mereka dalam majalah Sao Paolo.

Soros mengatakan, dalam sistem ekonomi kapitalisme, kepala negara-kepala negara di dunia ditentukan oleh AS. Dalam pemilu Brazil, kandidat yang menentang kebijakan kami, tidak boleh terpilih. Pada kenyataannya, bukanlah rakyat Brazil yang memberikan suara. Jika ada kandidat lain yang terpilih, Brazil akan berhadapan dengan krisis ekonomi yang besar. AS kini bagaikan Roma pada zaman dulu, yang merupakan rezim satu-satunya yang berhak untuk bersuara.

Namun anehnya, meskipun berperan sebagai sumber krisis keuangan di berbagai negara dan berhasil mengeruk milyaran dollar dari krisis itu, Soros pun aktif menulis buku-buku ilmiah mengenai perekonomian dunia. Di sini ia menempatkan diri sebagai pengamat dan memberikan saran-saran mengenai bagaimana seharusnya perekonomian dunia diatur sehingga negara-negara bisa keluar dari krisis ekonomi. Salah satu buku karya Soros berjudul Krisis Kapitalisme Global. Di dalamnya, Soros berusaha menunjukkan bahwa kapitalisme global sedang mengalami ujian dan ancaman yang sangat berat. Apabila hal ini tidak ditangani secara serius, suasana krisis akan akan menghantui perjalanan kapitalisme global. Dengan kata lain, meskipun sistem kapitalisme telah terbukti mengorbankan jutaan rakyat di dunia, namun Soros melalui bukunya ini berusaha terus menyebarkan sistem kapitalisme global yang memang terbukti telah membuat dirinya kaya raya.


Soros dan Krisis Moneter Asia
Beberapa bulan sebelum terjadinya krisis moneter 1997, seluruh dunia termasuk Bank Dunia dan IMF memuji-muji prestasi ekonomi Asia Timur, termasuk Indonesia. Bahkan ekonomi negeri ini disebut-sebut secara fundamental sehat dan kuat. Indonesia pun dijuluki sebagai “Macan Baru Asia” karena kemajuan pesatnya di bidang ekonomi. Namun ternyata, semua prestasi yang dibanggakan itu seperti tak ada artinya tatkala nilai tukar Rupiah, Ringgit, Bath, dll, terhadap Dolar AS jatuh terjerembab di bursa valas internasional. Efek dari jatuhnya mata uang negara-negara Asia Tenggara ini sangat luar biasa. Seperti kartu domino, mula-mula hanya berpengaruh terhadap sejumlah produk impor, tetapi kemudian menjalar ke berbagai sektor, melambungkan harga berbagai produk lokal, membangkrutkan ribuan perusahaan dan menganggurkan jutaan tenaga kerja. Sebab awal terjadinya krisis ini memang jelas. Semua ini bermula dari permainan kotor yang dilakukan para spekulan mata uang internasional untuk menjatuhkan sejumlah mata uang di Asia. Salah satu spekulan yang bermodal kuat, dan karena itu paling berperan besar dalam terjadinya krisis ini, adalah George Soros melalui lembaga manajemen keuangan yang dimilikinya.

Tak heran bila PM Malaysia saat itu, Mahatir Muhammad, menyatakan, George Soros harus bertanggung-jawab atas krisis moneter yang melanda beberapa negara Asia mulai kuartal kedua tahun 1997.
Selajutnya Mahatir menghubungkan globalisasi dengan krisis ini. Mahatir mengatakan, Setelah kita menerima globalisasi dan menerapkan kebebasan ekonomi di negara kita, ekonomi dan uang kita menjadi sasaran serangan kekuatan-kekuatan besar keuangan dunia dan orang-orang yang diuntungkan oleh sistem ini. Mahatir menambahkan, Hasil 40 tahun kerja keras bangsa Malaysia lenyap hanya dalam beberapa pekan akibat pekerjaan beberapa orang dan tidak ada hukum internasional apapun yang bisa dipakai untuk menghadapi orang-orang seperti ini.
PM Mahathir menegaskan,

“Berdagang uang adalah perbuatan yang tidak bermoral. “

Kenyataan memang menunjukkan bahwa perdagangan mata uang atau valuta asing cenderung merugikan yang lemah. Para spekulan uang tidak ragu-ragu mengguncang stabilitas suatu negara demi kepentingan mereka sendiri. Dalam kasus moneter di Indonesia, pertengahan tahun 1997 adalah masa ketika pembayaran hutang perusahaan-perusaaan swasta jatuh tempo dengan jumlah sekitar 8 juta dollar. Belum lagi bila diperhitungkan utang BUMN yang juga jatuh tempo dan kewajiban pemerintah untuk membayar cicilan utang dan bunganya yang cukup besar, yaitu sekitar 6 miliar dolar. Artinya, pada masa itu, kebutuhan terhadap dollar meningkat. Pada saat itulah, para pedagang uang memborong dollar dan kemudian menjualnya dengan harga tinggi. Akibatnya, ribuan perusahaan di Indonesia bangkrut, harga-harga melambung tinggi sehingga jumlah rakyat miskin meningkat tajam, dan pemerintah Indonesia kini terbebani hutang sebesar 1700 trilyun rupiah lebih.

Etika Bisnis Soros

Meskipun letak kesalahan tidak seratus persen berada di tangan Soros, karena jatuhnya nilai rupiah ini juga dipengaruhi oleh sistem devisa bebas yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia sehingga membuka peluang bagi siapa saja untuk memperdagangkan valuta asing, namun etika bisnis yang dianut oleh Soros dan para pedagang valas lainnya patut dipertanyakan.

Ketika Soros melakukan transaksi valas, dia sudah bisa memprediksikan kehancuran negara-negara Asia sebagai akibat dari transaksi itu.

Namun, ia tetap melakukannya dan terjadilah krisis hebat yang menyengsarakan puluhan jutaan rakyat Asia Tenggara.

Tak heran bila mantan PM Malaysia Mahatir Muhammad pernah menyatakan kecurigaannya bahwa krisis moneter yang menyapu Asia ini adalah sebuah agenda Yahudi karena kaum Yahudi, kata Mahathir, tidak senang bila melihat kaum Muslim bergerak maju.

Perdagangan valas yang dilakukan Soros telah memberi keuntungan kepadanya sebesar satu milyar dollar pertahun. Artinya, demi menambah jumlah uangnya, Soros dengan tega telah mengorbankan puluhan juta rakyat di berbagai negara.

Menanggapi berbagai kecaman yang disampaikan terhadapnya, Soros menyatakan bahwa kesalahan terletak pada pemerintahan yang tidak transparan dan despotik di negara-negara Asia. Menurut Soros, pasar akan menentukan dirinya sendiri. Artinya, bisnis yang dia lakukan hanya semata-mata memenuhi peluang pasar. Padahal, pasar global sesungguhnya tidak bebas, melainkan diatur oleh para pemodal kelas kakap semacam Soros.


Sebagian pengamat ekonomi yang membela Soros mengatakan bahwa apa yang dilakukan Soros adalah bisnis semata dan,.. toh Soros juga memberikan sebagian uangnya untuk membantu rakyat miskin di berbagai negara. Pandangan ini menunjukkan bahwa Soros Foundation telah memberikan citra baik kepada Soros, sehingga bisa mengurangi berbagai kecaman yang dialamatkan kepada dirinya. Atas aktivitas yayasannya tersebut,

Soros juga dijuluki sebagai filantropis atau orang yang mencurahkan perhatian, waktu, dan uangnya untuk menolong orang lain.

Namun, kegiatan Soros membantu rakyat miskin dengan bisnisnya di bidang perdagangan uang yang telah memiskinkan puluhan juta manusia, jelas merupakan sebuah paradoks. Sudah pasti ada tujuan tersendiri di balik bantuan-bantuan yang diberikan Soros melalui yayasan Soros Fundation-nya.

Sebagaimana kami sebutkan pada pertemuan sebelumnya, di Bosnia, Soros mendanai penerbitan media massa yang memuat foto-foto amoral dan menyebarkan pemikiran kebebasan dan sekularisme.