Senin, 06 Desember 2010

Merenung


Merenung

Oleh hasan


Waktu berjalan, berlalu, melaju secara pasti
Yaa Allah ampuninah dosa dan salah hamba
Terimalah amal ibadah hamba
Berkahilah sisa umur hamba…

Ada getar dalam hati ini saat menapaki dan merenungi satu demi satu episode kehidupan yang telah dijalani. Menarik nafas dalam-dalam, huufff……..…. (harap-harap cemas). Berharap semoga apa yang sudah dilakukan dan dikerjakan mendapat ridho Allah swt. Cemas dengan kesalahan dan dosa yang telah dilakukan. Tenangkan pikiran dan perasaan dengan positif thinking kalo Allah pasti mengampuni dosa. Mulai dengan doa yang tak henti-hentinya aku panjatkan untuk kebaikan dunia dan akhirat. Pada-MU yaa Allah kami gantungkan semua doa, harapan dan ampunan.

Jagalah kami selalu berjalan dalam Syariat-MU, amiin.

(Selamat tahun baru Islam: 1 Muharom 1432 H)

Minggu, 07 November 2010

CAMPUR ADUK


Dimulai dengan bismillah,
Aktifitas hari minggu ini (7/11/’10) terjadwal serangkaian acara yang sudah di agendakan. Pagi hari bersiap aksi ‘Tolak Obama’ di depan duber AS Jakarta, berangkat dengan rasa optimis sambil bawa dagangan (kalender 2011) dan alhamdulillah dagangan laris manis (habis). Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui/ dalam benakku… masiroh (aksi) dapet untung juga dapet… hehehe…
Mudah-mudahan Obama tidak jadi datang ke Indonesia, para orator aksi sepakat bahwa Obama adalah musuh bukan tamu. Obama datang… harus di tendang!
…………
Setelah aksi selesai, dengan perasaan yang masih semangat (melihat kibaran panji-panji Islam) edaran opini yang aku bikin sendiripun aku sebarkan… beberapa polisi dan satpol PP aku samperin untuk memberikan opini yang propagandis, meski aku juga ngga’ tau apa yang mereka pikirkan setelah baca tulisanku… yang penting gerilya-lah!

Pulang…
Turun dari bis aku mendapati tontonan yang mengusik pikiran, persis di depan KOREM Jababeka ada konser band ‘kotak’ yang di adakan sama SCTV. Eghgh… rasanya campur aduk, kesel, sebel, de el el. Ngga’ habis pikir, masa’ KOREM (markas TNI) mau memfasilitasi kemaksiatan, hura-hura?? Yaahh harap maklum, inilah negeri sekuler Indonesia. ‘Semua tergantung bayaran’ (sambil ngomong ke temen yang ada di sampingku).

Bener-bener campur aduk, di sekitar markas TNI itu buanyak sekali orang dengan berbagai gaya dan penampilan, dari yang muda sampai yang tua. Ada yang pacaran, ada yang mabok, ada yang malak duit, ada yang macem-macem dah.. (pusing nyebutin atu-atu). Yang ada aku bingung sendiri, mau di apain orang sebanyak itu? Ya udah pulang aja-lah… pusing aku.

Hanya ada dendam positif sambil berdoa (semoga Syariat Islam segera tegak).

Minggu, 31 Oktober 2010

AWAS !!! TEMPAT MAKSIAT AKAN DILEGALKAN DI KABUPATEN BEKASI


Revisi Perda (peraturan daerah) no.07 tahun 2007 Kabupaten Bekasi, tentang Pariwisata segera di sahkan pada 5 November 2010. Pengesahan Revisi Perda tersebut terus di dorong paguyuban ‘Tempat Hiburan’ (baca: maksiat-red) di Lippo Cikarang dan sekitarnya, sebagai upaya untuk melegalisasi tempat-tempat maksiat yang ada dan menjamur di berbagai tempat di kabupaten Bekasi. Beberapa alasan lain juga di kemukakan, seperti optimalisasi Pajak sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bekasi.

Dari berbagai wacana yang timbul kepermukaan Revisi Perda No. 07 tahun 2007 Kabupaten Bekasi, tentang Pariwisata ini sama sekali tidak memikirkan permasalahan ataupun kemaslahatan ummat Islam. Seperti kita ketahui bersama tanpa ada revisi pun permasalahan kemaksiatan di kabupaten Bekasi sudah masuk dalam skala stadium berbahaya, apalagi ketika revisi perda ini berhasil di sahkan oleh DPRD Kabupaten Bekasi. Walhasil dapat di lihat ke depan semakin maraknya tempat maksiat yang mengeksplorasi perempuan (pelacur) dan minuman keras. Dan semakin hancurnya kondisi akhlak masyarakat di Kabupaten Bekasi.

Dalih yang mereka kemukakan bahwa optimalisasi pajak sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bekasi justru sangat mencengangkan. Mereka ingin mengambil pendapatan haram guna membiayai pembangunan rumah tangga Kabupaten Bekasi. Dapat di bayangkan bagaimana bisa berkah pembangunan rumah tangga bila di dapati pembiayaan dari pendapatan haram….???

Adalah hal yang sangat na’if ketika kebutuhan akan tempat maksiat ini mereka katakan sebagai sarana untuk memenuhi syahwat para ekspatriat atau pekerja asing. Para ekspatriat atau pekerja asing ini datang untuk bekerja dan harus taat serta memenuhi syarat sesuai dengan kondisi Kabupaten Bekasi, yang mencitrakan diri dalam visi dan misi Kabupaten Bekasi yang salah satunya menempatkan kata agamis sebagai motto.

Sungguh kesalahan besar apabila revisi Perda No. 07 tahun 2007 Kabupaten Bekasi, tentang Pariwisata berhasil di sahkan pada 5 November ini, dan ini berarti membiarkan Kabupaten Bekasi jatuh dalam lubang kemaksiatan.

Berpikir dan bergeraklah !!!
untuk bersama MENOLAK revisi Perda No. 07 tahun 2007 Kabupaten Bekasi, tentang Pariwisata yang akan melegalkan tempat-tempat maksiat

Selasa, 19 Oktober 2010

DUA PUSAKA



catatan hasan

Warisan adalah sesuatu yang oleh kebanyakan manusia di anggap penting dan perlu, apalagi kalo warisan itu berupa harta. Tentu sangat ditunggu-tunggu dan diharapkan. Terus hubungannya dengan pusaka? …ya, warisan identik dengan istilah pusaka. Yang mana istilah pusaka dekat dengan sesuatu yang punya kekuatan. Untuk kultur orang Indonesia apalagi orang jawa pusaka/ warisan dari nenek moyang mereka dianggap keramat, harus dijaga dan dirawat baik-baik.

Empat belas abad yang lalu seorang manusia luar biasa nan gagah berani telah mewariskan dua pusaka yang sangat ampuh. Terbukti mampu mensejahterakan umat manusia, baik dari segi pemikiran yang terpuaskan, menyejukkan hati maupun jiwa dan menentramkan kehidupan manusia. Manusia super yang lebih super daripada superman, dialah Rasulullah saw dengan dua pusakanya al Qur’an dan Sunnah. Warisan/ pusaka yang sangat berharga ini lebih dahsyat dari apapun, keris Empu gandring pasti kalah, samurai ninja jepang pasti keok, bila di adu keampuhannya dengan isi ajaran al Qur’an dan Sunnah ini. Bagaimana tidak, jihad sebagai salah satu ajaran yang ada didalamnya telah mampu meluluh-lantakkan benteng konstantinopel, menaklukan Andalusia, memukul mundur pasukan salib hingga lari terbirit-birit.

Dari segi apapun dua pusaka warisan Nabi Muhammad saw ini pasti lebih unggul. Ajaran sosialis, komunis, liberalis, kapitalis dan lainnya juga bakal gemetar dan gentar menghadapi kehebatan ideologi Islam. Saatnya dunia merasakan ke hebatan dan ke agungan Islam dengan dua pusakanya (al Qur’an dan Sunnah).

Do it now, start it right with Qur’an and Sunnah!

Minggu, 03 Oktober 2010

Bukan sekedar komunitas


Banyak kita lihat belakangan ini komunitas-komunitas atau club bertebaran, mulai dari komunitas motor, sepeda, mobil, sampai pada komunitas musik… mereka ngumpul untuk menyalurkan kesenangan, membuang rasa penat, ada juga yang hura-hura. Tapi dari sekian banyak komunitas pernahkah kita berpikir untuk melihat sisi lain dari sekedar ngumpul-ngumpul…? Jarang sekali orang memunculkan istilah komunitas dari orang-orang yang suka ngumpul untuk menggali ilmu dan pemahaman, dengan kajian yang aktual dan kritis… kemudian bergerak dengan tujuan yang jelas. Ya.. organisasi Islam yang juga banyak berkembang saat ini tidak di sebut sebagai komunitas, mungkin istilah ini terlalu sempit. Karena berkumpulnya pemuda Islam dalam barisan organisasinya bukan untuk sekedar menyalurkan kesenangan, membuang rasa penat atau hura-hura.
Tujuan yang jelas, rencana yang matang, pemikiran yang satu, metode perjuangan yang di standarkan pada sang revolusioner peradaban yaitu Nabi Muhammad saw. Menjadikan ‘komunitas’ ini berjalan dengan mantap dan terarah. Kenikmatan yang dirasakan oleh dua komunitas ini juga berbeda, komunitas yang satu hanya terasa di dunia saja, tapi ‘komunitas’ yang satu ini bisa dirasakan dunia dan akhirat… insyaAllah.

Catatan ini saya buat untuk para pengemban dakwah (dimanapun organisasi anda) yang ada di harokah Islam dan tidak menyimpang akidahnya, agar lebih semangat!!! Jangan kalah semangatnya dari orang-orang yang cuma bisa ngumpul-ngumpul tanpa tujuan yang jelas. Keep spirit bro…! ISLAM WILL DOMINATE THE WORLD with khilafah.

Sabtu, 18 September 2010

Metode Pemurtadan


'Tulus Bak Merpati, Cerdik Bak Ular'

Tulisan ini di buat untuk mewaspadai gerakan pemurtadan yang semakin marak akhir-akhir ini, dan semoga kaum muslimin akan menyadari akan ancaman aqidah yang selalu merongrong umat ini. Merapatkan barisan untuk kemudian bersatu memperjuangkan tegaknya Syariat Islam untuk melindungi aqidah generasi nanti.
Beberapa metode di tempuh oleh para misionaris dengan menghalalkan segala cara, yang penting buat mereka misi pemurtadan/ transformasi berhasil dilakukan.

Pola yang digunakan para tokoh pemurtadan adalah pembinaan dan penghancuran. Pola pembinaan misalnya berbentuk bantuan sosial, beasiswa, menyediakan tenaga ahli (dalam berbagai bidang), juga menggiatkan pendidikan. Sedangkan pola penghancuran ditempuh melalui upaya penurunan moral, penyesatan ajaran, dan sejenisnya.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, makin lama, upaya pemurtadan dijalankan semakin sistematis dan terorganisasi. Sudah begitu, dana pemurtadan, menurutnya, juga tidak terbatas. Sementara pada saat yang bersamaan, umat Islam semakin mudah dipecah dan gerakannya tidak tertata rapi.

Saatnya organisasi Islam memperkokoh gerakan dakwahnya, mematangkan konsep perjuangannya dan selalu membangun sinergi antar organisasi Islam. Serta menjadikan agenda perjuangan penerapan Syariat Islam dengan tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah menjadi agenda bersama. Segala macam bentuk pemurtadan akan dibasmi oleh Khalifah.

Mari belajar pada sejarah perang salib, Khalifah Shalahudin al ayubi-lah yang telah mengusir tentara salibis.

Jumat, 17 September 2010

"Darah Biru”


Moment Lebaran biasanya saat yang tepat untuk silaturrahim, berkunjung ke sanak-saudara dan keluarga. Tanggal 3 Syawal ibuku sudah kembali beraktifitas di pasar untuk jualan. Sepulang mengantar ibu dari pasar aku pulang, aku melihat dari pelataran rumah ada tamu di dalam rumahku. Langsung bersalaman dan menyapa, terlihat tamu itu membawa lembaran kertas photocopy.. akupun menanyakan perihal kertas tersebut.
Ternyata ada silsilah keluarga besar dari bapakku, wah.. keren, aku tertarik untuk tahu siapa sebenarnya kakek moyangku.. dan ternyata setelah aku lihat… di kertas itu tertera sebuah nama ki Ageng mangir yang masih tergolong cucu dari kerajaan Majapahit.
Aku langsung menanyakan ke bapak, apa bener keluarga dari bapak masih keturunan keraton? Bapak menjawab ya iya bener. aku nanya juga ke tamu tersebut, wah mas.. berarti “darah biru dong” ?? tamu itu cuma tersenyum..

Menyusun silsilah keluarga memang baik, agar tali silaturrahim keluarga tidak terputus, tapi aku justru tidak terlalu respon kalo malah bangga dengan kakek moyang yang masih keluarga kerajaan. Kita manusia yang sama, di ciptakan oleh Allah untuk beribadah dan bekal taqwa itulah sebaik-baik bekal.
Aku adalah Abdullah (hamba Allah), yang di pundakku memikul tanggung jawab sebagai seorang muslim. Aku adalah umat nabi Muhammad SAW, yang ingin mengikuti jejak langkah perjuangan beliau SAW dan para sahabat. Aku adalah manusia biasa yang harus bertanggungjawab dengan amal yang aku lakukan. Kakek moyangku tidak akan mempengaruhi dengan apa yang akan aku perbuat dalam aktifitas dakwah.Yang pasti darahku tetep merah!

No body’s perfect…

By hasan